Praya, Ervan, dan Andri kenal dari tongkrongan warnet di Jakarta. Tiga orang yang sama-sama suka musik rock, tapi yang non-metal. Selera yang ngarah ke direction yang sama: melodic, atmosfer-rich, lirik introspektif.
Andri dan Ervan kebetulan sama-sama suka dengan musk Janne Da Arc. Dari situ ide formatnya jelas, bawain Japanese rock di event-event bertema Jepang yang lagi rame era itu. Tapi formasi belum lengkap, masih butuh vokalis dan gitaris.
Awal kenal Kyu dari project sebelumnya yang masuk lewat Andri. Mereka udah temenan duluan, jadi proses fit-in vokal cepet. Robert masuk lewat Praya, kenalan lama dari SMA, pernah sekali ngeband bareng waktu ngisi pensi. Robert yang terkenal metal akhirnya belajar blues dan funk demi sound yang dimau band.
2012 mulai serius manggung. Awalnya audisi-audisi event, lama-lama jadi featured band yang ga perlu audisi lagi. Sirkuit utamanya event Jepang di mall, sekolah, kampus, dan EO professional. Jakarta-Bandung-Bekasi sering masuk itinerary.
2013 rilis single pertama "Dream", lanjut "StarSyndrome" tahun 2014. Keduanya rilis sebagai single digital via RadioAirplay, aggregator gratisan yang ternyata bertahan sampai sekarang di Spotify. Sempat recording lagu ketiga "Far Away" di tahun yang sama, tapi vokalnya butuh revisi yang belum selesai.
2016 mulai pelan-pelan hiatus. Bukan keputusan formal, lebih ke konsekuensi natural karena kuliah, kerja, prioritas masing-masing. Lagu-lagu tetap di Spotify, momentum tetap ada, tapi panggung mulai jarang.
