Sembilan tahun di dunia musik, satu gap delapan tahun sebelum kuliah, dan pergeseran ke dunia growth di Jakarta. Perjalanan yang tidak biasa, tapi itu yang membentuk cara saya bekerja.
Hasil bisnis, bukan sekadar aktivitas.
Sebelum masuk dunia marketing, saya menghabiskan sembilan tahun sebagai musisi. Main bass, ngajar privat door to door dari Bekasi ke Cinere, dan belajar membaca Jakarta tanpa Google Maps.
Kuliah saya telat delapan tahun. Job pertama yang "normal" baru datang di usia yang banyak orang sudah jadi manager. Jalan yang tidak linear ini justru yang membentuk cara saya bekerja sekarang. Ritme, konsistensi, dan pentingnya fondasi sebelum bicara hasil.
"Tim belum ada, standar belum ada, OKR belum jelas. Semua harus saya bangun dari nol, sambil belajar cara aplikasi fintech bekerja."
Bukan cerita yang saya mau, tapi mungkin cerita yang saya butuhkan.
Dalam minggu yang sama, saya bersama dua rekan dari perusahaan lama mendirikan GoesDigital.id. Sebuah agency yang dibangun dari keyakinan sederhana. Bisnis tidak butuh lebih banyak CTR report, mereka butuh growth yang bisa diukur ke bottom line.
Dari titik itu, cara saya bekerja berubah. Saya tidak lagi bekerja untuk mengamankan gaji, saya bekerja untuk membuktikan bahwa growth yang benar selalu bisa dipertanggungjawabkan.
Beberapa tahun setelahnya, saya bergabung dengan Otten Coffee sebagai Commerce & Digital Marketing Manager, mendorong 40% YoY GMV growth dan memangkas biaya akuisisi 30%. Lalu ke Labamu sebagai Head of Marketing, di mana saya memimpin performance marketing, SEO, CRM, dan martech sebagai satu sistem yang terintegrasi.
Tertarik bekerja bersama atau sekadar bertukar pikiran? Saya terbuka untuk kolaborasi project-based, advisory, atau diskusi seputar growth dan marketing secara lebih dalam.