HomeWorkJournalAboutReach Out
Impact Case
Currently · Building
GoesDigital logo

GoesDigital

Co-Founder

Membangun agency yang menjual business solution, bukan service per channel. End-to-end dari product development sampai growth marketing.

ROLE
Co-Founder
ENGAGEMENT
External consulting
OPERATING MODEL
Full-stack digital agency
ACTIVE CLIENTS
10+ ongoing retainer + project
01 · Company

Bukan agency biasa, tapi business solution

GoesDigital adalah end-to-end digital agency yang beridiri sejak 2022. Bersama dua founders lainnya dengan tiga ekspertis yang complementary, dengan satu misi untuk bantu bisnis tumbuh dari awal sampe besar tanpa harus pindah-pindah vendor.

Most agencies cuma punya satu kapabilitas. Marketing agency cuma kerjain marketing, tech agency cuma bikin website atau app, branding agency cuma desain. Klien harus assemble tim dari berbagai vendor, koordinasi sendiri, dan biasanya hasilnya disjointed.

GoesDigital ngambil pendekatan yang beda. Kami punya tim marketing, tim tech, dan tim brand di satu tempat. Klien yang butuh bikin website, pasang tracking, jalankan digital marketing, dan develop brand identity bisa kerja dengan satu vendor yang ngerti business outcome-nya, bukan cuma deliverable.

Pendekatan kami selalu mulai dari online meeting untuk dengerin pain point klien dulu. Bukan jualan service template. Karena itu deck jualan kami namanya Solution Deck , fokus ke solving problem, bukan listing service.

Sebagai full-stack digital agency, kami percaya kalau produk digital harus dibuat marketing-friendly dari awal. Setiap website yang kami develop udah punya tracking yang proper, structure yang SEO-ready, dan UX yang convert. Itu yang bikin kami beda, founder marketing-nya pegang strategic direction sejak design phase.

30+
Happy clients served
50+
Projects delivered
2022
Founded
3
Service verticals (marketing · tech · brand)
02 · The Role

Dari operator ke strategic advisor.

Role di GoesDigital bergeser seiring waktu. Di awal handle semua sendiri, sekarang fokus di high-impact area seperti decision making, external consulting yang butuh personal touch, dan strategic direction untuk agency.

Strategic Ownership

  • 2022 → 2024Hands-on di semua function (marketing, ops, BD)
  • 2024 → nowStrategic advisor + decision maker untuk high-stake calls
  • External ConsultingPersonal handle untuk project consultation (di luar jam kerja)
  • Cost-Benefit AnalysisFinal call untuk spending dan project prioritization

Building agency tuh ga segampang yang keliatan. Market-nya saturated, terlalu banyak pemain. Yang bikin kita keliatan adalah thinking out of the box, marketing approach yang ga umum, dan selalu bawa business metric instead of sebatas marketing metric.

Kalo jadi employee, mindset kita enabling maunya bos kita aneh atau ga aneh, tetep harus dipikirin. Approach-nya bisa out of the box karena framing-nya internal. Kalo bikin perusahaan sendiri, kita enabling calon client, beda problem space, beda strategi.

Functional Coverage

  • Digital MarketingPerformance marketing, SEO/GEO, social plus KOL management
  • Tech DevelopmentWebsite, mobile app, ERP internal tools
  • Brand & DesignIdentity, graphics, signage (offline UI/UX)
  • Startup BoosterTalent on-demand, training, fundraising support
04 · Impact

3 tahun, 30+ klien, satu approach

Kebanyakan klien yang datang ke GoesDigital adalah brand yang merasa salah pilih vendor sebelumnya. Mereka reach out karena problem solving, bukan karena marketing collateral kami fancy.

30+
Happy clients

Dari skincare retail, property developer, marketplace seller, manufacturing maklon, NGO, sampai konsultan konstruksi. Wide industry coverage dari early-stage sampai established.

50+
Projects delivered

Project mix yang multi-disciplinary mencakup web development, mobile app, tracking implementation, performance marketing, brand identity, sampai signage untuk factory.

3 yrs
Sustained operations

Bootstrapped sejak hari pertama tanpa external funding. Profit-driven growth, klien retention yang baik, dan compound effect dari word-of-mouth referral.

Klien datang dengan problem, bukan brief.

Kalau di agency biasa, klien datang dengan brief "tolong jalanin Google Ads dengan budget X." Di GoesDigital, klien datang dengan problem "web kami slow, conversion drop, tracking ga reliable, marketing channel ga bisa optimize karena data-nya messy."

Itu yang bikin kami beda. Bukan execute task, tapi holistic fix. Dari diagnose root cause, design solution, develop product, jalankan marketing, optimize berdasarkan data, semua bisa kami handle in-house.

Trust dibangun dari thinking, bukan portfolio.

Most klien yang masuk bukan karena lihat portfolio kami. Mereka masuk karena tau cara berpikir kami. Kebanyakan inbound dari referral atau orang yang udah pernah ngobrol sama tim kami sebelumnya.

Itu yang bikin sustainable. Portfolio bisa di-fabricate, tapi trust currency dibangun dari real conversation dan delivered outcome.

05 · Reflections

Apa yang building GoesDigital ajarkan.

GoesDigital lahir bukan dari ambisi membangun agency. Lahir dari kebutuhan cara bertahan. Tahun 2022, bersama dengan dua peer di-PHK dari LandX (sekarang ICX). Kami bertiga butuh cara untuk nampung tenaga kerja sementara dan generate income.
Yang ga kami duga adalah klien terus datang. Bukan karena kami punya bukan template marketing collateral atau strategi sales aggressive. Tapi karena mereka tau cara kami berpikir sebagai growth marketer. Trust dari approach, bukan dari fancy deck.

Building agency dari nol ngajarin aku banyak hal yang ga aku dapet di role employee. Priority setting di environment yang ga ada hierarchy. Delegasi ke tim yang punya ekspertis berbeda. Dan stakeholder management, bukan stakeholder internal kayak di korporat, tapi stakeholder external yang punya skin in the game.

Building business sendiri tuh kerja paling pure. Ga ada gaji yang dijamin di akhir bulan. Kalau kita males, ya kita ga makan. Itu yang ngajarin aku discipline dengan cara yang berbeda dari role korporat manapun.

Surpirsingly, ternyata building GoesDigital itu jadi crash course untuk semua role aku setelahnya. Stakeholder management yang aku belajar di sini terasa banget impact-nya pas pindah ke Otten Coffee dan sekarang di Labamu. Skill yang compound, bukan cuma transferable.

Sekarang aku ga lagi hands-on di operational GoesDigital, tapi tim yang aku co-build masih jalan, masih bantu klien, dan keep growing. Yang tetap aku jaga itu mindset problem-solving dan principle business-metric-first. Itu yang aku bawa ke setiap engagement, di GoesDigital atau di mana pun.

Ditulis oleh Praya Mudya
← Back to Work